INOVASI MASUK PAK EKO, MENGGELAR PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYM DAN KOMPOS DARI BAHAN SISA ECO ENZYM

Dilihat : 180 Kali, Updated: Jumat, 10 Juli 2026
INOVASI MASUK PAK EKO, MENGGELAR PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYM DAN KOMPOS DARI BAHAN SISA ECO ENZYM

MASUK PAK EKO: Mengubah Sampah Menjadi Kesehatan dan Penghematan Keluarga Melalui Eco Enzyme

Kecamatan Kembaran Dorong Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Bernilai Ekonomi dan Ramah Lingkungan

 

Kecamatan Kembaran terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan melalui berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Inovasi MASUK PAK EKO (Mengubah Sampah untuk Kesehatan dan Penghematan Pengeluaran Keluarga dengan Eco Enzyme). Program ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik rumah tangga, dari yang semula dianggap sebagai limbah menjadi sumber manfaat bagi kesehatan, lingkungan, sekaligus penghematan ekonomi keluarga.

 

Sebagai implementasi inovasi tersebut, pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, diselenggarakan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme dan Kompos dari Sisa Bahan Eco Enzyme. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas pengurus TP PKK tingkat RT/RW serta Kader Kesehatan Desa. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya pengelolaan sampah yang lebih bijaksana dan berkelanjutan.

 foto1

Acara ini dihadiri oleh Camat Kembaran Drs. Dwi Nur Wijayanto, MPP., M.Eng., Kepala Desa Purbadana Warsito, Ketua TP PKK Desa Purbadana, serta menghadirkan narasumber dari Komunitas Sahabat Bumi, sebuah komunitas pegiat lingkungan yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Camat Kembaran menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Sampah rumah tangga yang selama ini sering dianggap tidak bernilai justru dapat menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan keluarga apabila dikelola dengan tepat. Melalui program MASUK PAK EKO, masyarakat diajak untuk memulai perubahan dari lingkungan rumah masing-masing sehingga tercipta budaya hidup bersih, sehat, dan hemat.

 

 

Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini diharapkan menjadi awal lahirnya kebiasaan baru dalam mengolah sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan mengombinasikan penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Narasumber dari Komunitas Sahabat Bumi menjelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik berupa kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah atau molase serta air dalam komposisi tertentu. Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih tiga bulan sehingga menghasilkan cairan multifungsi yang aman digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

 foto2

Eco enzyme memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai pembersih lantai, pembersih kamar mandi, pupuk cair alami, pestisida organik, penghilang bau, hingga membantu memperbaiki kualitas tanah. Dengan memanfaatkan eco enzyme, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap berbagai produk pembersih berbahan kimia sehingga pengeluaran rumah tangga menjadi lebih hemat sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan.

 

Tidak hanya memanfaatkan cairan hasil fermentasi, peserta juga diajarkan bagaimana mengolah ampas atau sisa bahan eco enzyme menjadi kompos organik. Langkah ini menjadi bagian penting dari konsep zero waste, yaitu memanfaatkan seluruh bagian limbah agar tidak ada yang terbuang sia-sia. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman pekarangan, kebun sayur keluarga, maupun tanaman hias sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

 

Selama sesi praktik, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan eco enzyme, mulai dari pemilahan sampah organik, penimbangan bahan, pencampuran, hingga teknik penyimpanan yang benar selama proses fermentasi. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa kulit buah yang biasanya langsung dibuang ternyata memiliki manfaat yang sangat besar apabila diolah dengan benar.

 

Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar peserta mengenai pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Berbagai permasalahan yang dihadapi di tingkat rumah tangga maupun lingkungan RT dibahas bersama, sehingga solusi yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sesuai kondisi masyarakat Desa Purbadana.

 

Peran pengurus PKK dan kader kesehatan desa dalam kegiatan ini sangat strategis. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan mengenai pentingnya pengurangan sampah organik sejak dari sumbernya. Melalui jaringan PKK hingga tingkat RT/RW, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan dapat disebarluaskan kepada keluarga-keluarga di lingkungan masing-masing sehingga dampaknya semakin luas.

 

Selain memberikan manfaat lingkungan, program MASUK PAK EKO juga mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih dari tumpukan sampah organik akan mengurangi risiko berkembangnya lalat, nyamuk, dan berbagai sumber penyakit. Di sisi lain, penggunaan produk alami seperti eco enzyme dapat mengurangi paparan bahan kimia sintetis dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

 foto3

Kepala Desa Purbadana menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Kembaran atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi meningkatnya volume sampah rumah tangga. Ia berharap seluruh peserta dapat menjadi pelopor di lingkungan masing-masing sehingga Desa Purbadana mampu menjadi desa yang bersih, sehat, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

 

Ketua TP PKK Desa Purbadana juga mengajak seluruh anggota PKK untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengelola sampah organik. Dengan semangat gotong royong, kegiatan sederhana di rumah dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan sekaligus membantu mengurangi pengeluaran keluarga.

 

Program MASUK PAK EKO menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat keluarga. Mengolah sampah organik menjadi eco enzyme dan kompos bukan hanya solusi atas persoalan lingkungan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TP PKK, kader kesehatan, komunitas lingkungan, serta seluruh masyarakat, diharapkan budaya mengelola sampah secara bijaksana akan semakin tumbuh di Kecamatan Kembaran. Semangat untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai akan melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, peduli lingkungan, serta mampu menciptakan penghematan dalam kehidupan sehari-hari.

 foto 4

Pada akhirnya, MASUK PAK EKO bukan sekadar nama sebuah program, melainkan sebuah gerakan bersama yang mengajarkan bahwa setiap keluarga memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Dari dapur rumah tangga, melalui kulit buah dan sisa sayuran yang diolah menjadi eco enzyme dan kompos, lahirlah kontribusi nyata bagi lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih sehat, dan keluarga yang lebih hemat. Program ini diharapkan terus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menginspirasi desa-desa lain di Kecamatan Kembaran untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang hijau, produktif, dan lestari.

 

ECO ENZYM ! MASUK PAK EKO!

 

Komentar